biaya masuk SD AlYa’lu

Dari kiri, Bapak Wali Kota Malang, Ibu Kadin Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kepala TK Unggulan AL-YA’LU, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Pendidikan karakter menjadi aspek prioritas dalam kurikulum di AL-YA’LU International Outlook School, yang hingga saat ini mempunyai empat layanan, Pra TK, TK, SD, dan SMP Unggulan AL-YA’LU. Pendidikan Karakter sangat strategis ditanamkan pada anak usia dini. Penanaman karakter yang dilakukan sedini mungkin lebih mudah penancapkan dalam jiwa mereka serta kuat melekat pada pribadi yang selalu terpelihara.

Ada pepatah yang berbunyi “Learning at an early age is like carving a stone” , yang artinya adalah belajar pada usia dini bagaikan memahat batu. Hasil pahatan pada batu sangatlah tahan lama sulit luntur.

Sebaliknya, belajar di usia dewasa bagai mengukir di atas air, sulit terbentuk. Hal inilah yang menjadi landasan Visi dan Misi Pendidikan di AL-YA’LU International Outlook School.

Tidak berhenti pada penetapan Visi dan Missi, namun landasan tersebut menjadi dasar pengembangan kurikulum di AL-YA’LU International Outlook School. Atmosfer Pendidikan yang berkarakter dapat dirasakan setiap pengunjung saat mulai melintas gerbang sekolah Unggulan Al-YA’LU. Tidak terkecuali tim penilai saat memasuki gerbang AL-YA’LU. Suasana yang ramah warga sekolahnya, asri lingkungannya, serta aktif dan menggemaskan siswa Taman Kanak-Kanak yang saat itu menjadi fokus penilaian Tim Penilai Penguatan Pendidikan Karakter Lembaga PAUD Kota Malang.

Penilaian meliputi Karakter seluruh warga sekolah (Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Peserta Didik) , Karakter lingkungan belajar, Karakter Program Sekolah, dan Karakter Pencapaian Prestasi.

Penilaian yang sangat komplit, dikarenakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang tidak ingin keliru dalam memilih lembaga Pendidikan yang nantinya digunakan untuk acuan Lembaga-lambaga PAUD di Kota Malang dalam merealisasikan Penguatan Karakter.

Menjadi harapan kita semua bahwa Generasi yang akan datang adalah generasi yang tangguh, berkarakter, kompetitif pada masanya. Sehingga mampu membawa peradaban Bangsa Indonesia menuju Kejayaan yang dulu pernah diwujudkan oleh nenek moyang kita.

Dinasihati Mantan Presiden BJ Habibie, Bertemu Menkominfo

Lima siswa SD Kota Malang mengukir prestasi di kancah nasional. Mereka mampu menyingkirkan 5 ribu SD se-Indonesia yang menjadi pesaingnya. Kelimanya menjadi yang terbaik di Olimpiade Online Nasional (OON).

MAHMUDAN. JawaPos Radar Malang

SANG JUARA: Lima siswa SD Al Ya’lu meraih prestasi nasional mengalahkan 5 ribu sekolah se-Indonesia.

SANG JUARA: Lima siswa SD Al Ya’lu meraih prestasi nasional mengalahkan 5 ribu sekolah se-Indonesia.

TAK ubahnya bocah lain seusianya yang gandrung bermain, lima juara OON yang sudah mengharumkan nama Kota Malang di kancah nasional itu terlihat tak serius saat berpose bersama Piala Hasri Ainun Habibi, Kamis (2/1) lalu. Ada yang menyandarkan kepalanya di atas meja, ada pula yang sengaja memelototi piala di depannya secara berlebihan, sehingga kesannya seperti matanya juling. Sesekali, gurunya menegur ulah bocah-bocah tersebut.

Sang Juara Olimpiade Online menerima trofi dari Prof. Ing. Ilham Habibie, Ph.D.

Sang Juara Olimpiade Online menerima trofi dari Prof. Ing. Ilham Habibie, Ph.D.

Pagi itu, wartawan koran ini datang secara khusus untuk bertemu dengan lima siswa yang berhasil memboyong piala OON. Mereka adalah Ainan Balad, Toriq Makkiah Abadi, Kafaby Syairozi, Soofia Lahmunia, dan Almira Nurjannah Puspakenya. Semuanya siswa kelas VI SD Al Ya’lu dan langganan juara.

Syairozi misalnya, pada 2014 lalu menyabet juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan the best di sekolahnya. Toriq juara dua OSN, Ainan selalu masuk lima besar dan piawai memainkan beberapa alat musik, Soofia kerap kali menyabet juara kompetisi di kancah internasional. Sedangkan Almira, baru kali ini mengikuti kompetisi, namun di sekolahnya selalu menduduki rangking pertama sejak kelas 1-6 di SD Al Ya’lu.

Berkat kemampuan para bocah langganan juara itu, tak heran tim SD Al Ya’lu berhasil menyingkirkan 5.000 sekolah lain se-Indonesia yang menjadi pesaingnya di ajang OON, 17 Desember 2014 lalu. ”Tidak ada persiapan khusus. Ya belajar seperti biasa saja,” ujar Thoriq sambil Continue reading

Archives