AlYa’lu Middle School

Nab’an Wanasaba siswa kelas IX SMP Unggulan AL-YA’LU Kota Malang menorehkan prestasi tingkat nasional. Melalui kecintaannya dalam mendalami pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), siswa ini berhasil meraih medali perunggu dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) jenjang SMP tahun 2020.

KSN yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemdikbud RI tahun 2020 ini merupakan KSN yang istimewa, karena dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Walaupun pandemi, tetapi tidak menjadi penghambat untuk berprestasi, sebagaimana Nab’an Wanasaba yang membawa nama baik bagi daerah, Kota Malang.

Malam apresiasi dan pengumuman hasil KSN daring tingkat nasional 2020…………………..

Seluruh tahapan KSN diikuti Nab’an secara daring dari rumah. Tes KSN nasional yang diselenggarakan selama dua hari dijalaninya di rumah bersama keluarga. Tak kalah dengan masa normal, walaupun dilaksanakan di rumah masing-masing, panitia KSN pusat menetapkan tata cara ujian dan pengawasan yang ketat. Selama ujian, setiap peserta dipantau kamera proktor yang secara online diawasi langsung oleh pengawas ujian. Malah kamera yang digunakan peserta ada dua, dari depan dan samping belakang. Uniknya, selain ujian tulis, praktikum IPA pun diselenggarakan secara virtual.

Melalui persiapan, usahanya yang gigih dan do’anya, akhirnya pada saat malam apresiasi dan penganugerahan penghargaan secara virtual, Nab’an Wanasaba dinyatakan mendapatkan medali perunggu. Ia menuturkan, sesungguhnya capaian ini masih di bawah targetnya, ia ingin mendapatkan emas. Jika sekarang belum mendapatkan medali emas, ia berharap di jenjang SMA akan kembali mengikuti KSN dan ingin meraih medali emas. Semoga keinginan Nab tercapai. Aamiin.

Nab’an Wanasaba dan Ahmad Wiji Nusantara melaju ke KSN SMP tingkat nasional 2020

Masa pandemi tak menjadi penghambat siswa AL-YA’LU untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh dua siswa SMP Unggulan AL-YA’LU kelas IX Ananda Nab’an Wanasaba dan Ahmad Wiji Nusantara. Kedua siswa tersebut dinyatakan lolos dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) sebagai delegasi AL-YA’LU mewakili Kota Malang dan provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional yang diselenggarakan tanggal 1-4 November 2020 secara daring.

Mencapai ke tingkat nasional memang tidak mudah. Nab’an yang mengikuti bidang IPA dan Ahmad Wiji di bidang IPS harus mampu bersaing dengan ribuan peserta pilihan wakil dari masing-masing SMP/MTs 34 provinsi di nusantara. KSN tingkat kabupaten/kota (KSN-K) yang diikuti sebelumnya diselenggarakan secara daring, dikerjakan dari rumah masing-masing peserta dengan perangkat dan aplikasi yang telah disiapkan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud.

Kedua siswa SMP Unggulan AL-YA’LU dinyatakan lolos ke tingkat nasional setelah nilai KSN-K masuk di rangking nasional dan menjadi perwakilan provinsi. Di KSN tingkat nasional untuk menjadi juara dengan meraih medali emas, kedua siswa harus melakukan persiapan dengan maksimal dan mengikuti kompetisi dengan jujur dan mandiri dengan pengawasan proktor dari Puspresnas.

Alhamdulillah, Juara 1 Nasional jenjang SMP Olimpiade Fisika Nupho Universitas Negeri Malang (UM) 2019. Prestasi tersebut diraih oleh ananda Bagas Adicita Rabbani yanģ berpasangan dengan Shoffan Wiranaba, keduanya siswa SMP Unggulan AL-YA’LU.

Atas prestasinya, mereka memperoleh hadiah uang pembinaan dari panitia, trofi tetap dan trofi bergilir dari Menristekdikti. Prestasi ananda Bagas dan Shoffwan ini juga mengulang sukses SMP Unggulan ALYAKLU tahun 2018 lalu jugas Juara 1 Nasional Olimpiade Fisika Nupho UM. Selamat atas prestasi ananda sebagai motivasi bagi teman-temannya untuk berprestasi.

Meski belum lama berdiri, prestasi SMP Unggulan AL-YA`LU Malang mulai nampak bersinar. Ini buktinya. Algar Kaburul Dawam, siswa kelas 8 sekolah ini meraih medali perak Olimpiade Matematika internasional. Olimpiade matematika yang diikuti adalah American Mathematics Olympiad (AMO).

Algar Kabirul Dawam, siswa SMP Unggulan AL-YALU menunjukkan medali perak AMO dan piagam penghargaannya

Ia tampak semringah ketika mendapatkan medali perak ini.  Ia bersyukur mendapatkan medali ini, namun justru membuat bocah ini semakin tertantang untuk mengikuti olimpiade sejenis.

Dengan hasil ia sudah mengoleksi beberapa medali olimpiade matematika tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya, Algar sudah mendapatkan beberapa keping medali dari kompetisi ICAS (International Competition and Assessment for School) baik di tingkat SD maupun di SMP.

Kompetisi matematika AMO yang diikuti Algar merupakan afiliasi dari Math Olympiads for Elementary and Middle Schools, USA (MOEMS) dan terdapat afiliasi serupa di Kolumbia, Islandia, Australia (APSMO), Filipina, Tiongkok, dan India. MOEMS merupakan salah satu kompetisi matematika tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah yang paling tua dan paling mapan di dunia. AMO kini diikuti oleh beberapa negara seperti: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, FIlipina, Hongkong, Vietnam, China, Myanmar dan beberapa negara lainnya.

Archives