1 9 10 11
Gadis yang akrab disapa Nabila ini mengawali debutnya menjadi juara dalam ajang siswa teladan tingkat Kota pada 27 Maret 2012 lalu. Karena prestasinya tersebut, Nabila berhak menjadi wakil Kota Malang berkompetisi dengan siswa teladan lainnya se-Jawa Timur pada 27-28 Juni 2012 lalu. Pada ajang yang lebih besar ini Nabila berhasil meraih juara kedua pada tingkat Provinsi Jawa Timur.

…..SD Unggulan Al Ya’lu kembali menorehkan prestasi membanggakan.  Setelah menduduki peringkat pertama rata-rata UN tertinggi di Kota Malang tahun ini  dengan nilai 28,23 SD Unggulan Al Ya’lu kembali mempersembahkan prestasi untuk Kota Malang. Kali ini prestasi ditorehkan salah seorang siswanya Syahidah Charisa Nabila.
        Beragam persiapan Nabila lakukan untuk mencetak prestasi gemilang. Nabila dikenal sebagai siswa yang bersemangat saat pembinaan. Nabila juga mandiri meningkatkan kompetensinya. Bahkan Nabila dikenal sangat tekun ketika belajar dan sering lupa waktu.
”Alhamdulillah, tanpa mengurangi rasa syukur kepada Allah, sebenarnya saya kurang puas meraih juara II. Saya akan berusaha meraih yang lebih tinggi lagi, ” ujar Nabila bersemangat.
Kompetisi siswa Teladan tingkat Jawa Timur di Royal Orchid Batu beberapa waktu lalu berlangsung sangat ketat. Bagaimana tidak, ajang yang diikuti oleh 38 siswa teladan dari seluruh kabupaten / kota se-Jawa Timur, semuanya ingin menjadi pemenang.  Bagi Nabila sendiri, ajang tersebut merupakan kesempatan untuk menampilkan kemampuannya. Ia memiliki kelebihan dalamberbagai bidang. Selain akademik yang tidak diragukan, ia mempunyai talenta dalam bidang menggambar, komputer, menulis cerita, menulis puisi, tae-kwon-do, menyanyi, dan memainkan alat musik. Sayang pada kesempatan itu Nabila tidak bisa menampilkan semua kemampuannya karena keterbatasan juri dan waktu.
            Pada gelaran yang berlangsung ketat itu, Nabila sangat optimis untuk meraih yang terbaik. “Banyak bidang yang diujikan, semua pelajaran diujikan, ada tes tulis untuk tujuh mata pelajaran, tes mengarang, juga tes keterampilan,“ ujar Nabila. Ia menambahkan, tantangan demi tantangan ia lalui dengan lancar, walau harus selalu berpacu dengan waktu.
         “Tantangan dalam ajang kemarin, saya mendapat nomor undian 1. Jadi saya harus bergerak cepat pada setiap sesi. Di saat peserta yang lain masih terlihat jalan santai, saya harus jalan setengah berlari. Saya selalu berbisik, saya harus berhasil,” tambahnya saat mengisahkan suka dukanya.
Putri kelahiran Malang, 9 Nopember 2000 ini dikenal sebagai siswa berprestasi, tak hanya bidang akademik tetapi juga non-akademik. Seabreg prestasi yang diukirnya menjadi salah satu keunikan anak keempat dari enam bersaudara ini.
        Predikat juara kelas selalu ia sabet sejak kelas 1. Di ajang lomba mapel Smart Accurate Contest (SAC) tingkat sekolah-pun, gelar Juara selalu ia sandang. Ia juga menjuarai berbagai lomba sains dan mapel baik di tingkat Kecamatan ataupun Kota. Sejak di Taman Kanak-Kanak, ia sering menjadi delegasi Kota Malang di tingkat provinsi.
         Tak hanya itu, sederet prestasi non-akademikpun dia peroleh. Di even tahunan lomba Bina Kreatifitas Siswa yang diselenggarakan oleh Diknas, Nabila sering menjadi duta sekolah untuk lomba menyanyi dan mencipta lagu. Di bidang fisik motorik, dia memilih Tae Kwon Do sebagai media pengembangan diri. Pada kompetisi taekwondo, ia juga berhasil menjadi juara 1 Try Out Tae Kwon Do se Kota Malang Kategori Pra Junior Putri Under 46 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya.
        Selain kemampuan dalam bidang akademik dan non-akademik, Nabila juga memiliki potensi dalam bidang teknologi. Ia menguasai program aplikasi Microsoft Word, Power Point, Excel, Corel Draw, Paint, Photoshop, Flash, dan internet. Bahkan Nabila juga sukses menulis cerita menggambar ilustrasi yang ia kombinasikan menggunakan software computer. Diakuinya bahwa semua program aplikasi komputer itu ia dapatkan di SD Unggulan Al Ya’lu sejak kelas satu.
      Ditanya soal cita-cita, sambil tersenyum Nabila menuturkan, “Saya ingin jadi kepala negara, agar menjadi orang yang berguna,” Sedangkan sosok yang sangat berperan dalam kejuaraan tersebut Nabila menjelaskan, “Semua kemampuan yang saya miliki ini tidak lepas dari kasih sayang dan dukungan kedua orang tua saya, serta bimbingan bapak-ibu guru Al-Ya’lu”.
      ”Potensi Nabila sangat luar biasa. Semakin banyak tantangan yang diberikan kepadanya, semakin melejit pula kemampuannya. Ketika belajar ia susah dihentikan, biasanya orang tua dan guru yang mengingatkan. Dia selalu haus akan prestasi”, ujar Dr. Tutik Arindah, M.Si Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu.

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.  Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
…..Wanita kelahiran Jawa Timur itu meraih gelar Sarjana serta Master dari Universitas Brawijaya Malang. Endang merampungkan S2 dengan predikat sebagai Lulusan Terbaik.
…..Ia mengaku sangat mencintai dunia anak sejak masa kuliah, dan karenanya pula ia tampak sungguh-sungguh menjalani profesi yang kini diembannya yaitu sebagai Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Malang.
…..TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.
…..Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.
…..Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang.
…..Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.
…..Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. (JawaPos/19/8/2008).

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.  Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
…..Wanita kelahiran Jawa Timur itu meraih gelar Sarjana serta Master dari Universitas Brawijaya Malang. Endang merampungkan S2 dengan predikat sebagai Lulusan Terbaik.
…..Ia mengaku sangat mencintai dunia anak sejak masa kuliah, dan karenanya pula ia tampak sungguh-sungguh menjalani profesi yang kini diembannya yaitu sebagai Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Malang.
…..TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.
…..Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.
…..Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang.
…..Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.
…..Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. (JawaPos/19/8/2008).
Ibu Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan Al-Yalu sebagai Kepala TK Teladan 1 Nasional menerima Satya Lencana Pendidikan dari Bapak Presiden RI

Ibu Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan Al-Yalu sebagai Kepala TK Teladan 1 Nasional menerima Satya Lencana Pendidikan dari Bapak Presiden RI

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.  Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
…..Wanita kelahiran Jawa Timur itu meraih gelar Sarjana serta Master dari Universitas Brawijaya Malang. Endang merampungkan S2 dengan predikat sebagai Lulusan Terbaik.
…..Ia mengaku sangat mencintai dunia anak sejak masa kuliah, dan karenanya pula ia tampak sungguh-sungguh menjalani profesi yang kini diembannya yaitu sebagai Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Malang.
…..TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.
…..Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.
…..Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang.
…..Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.
…..Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang.

SEKARANG banyak yayasan yang mendirikan sekolah baik itu TK, SD, SMP, maupun SMA. Mereka berlomba-lomba ingin menjadikan sekolahnya dikenal oleh masyarakat luas.

Akan tetapi, sebagian besar sekolah di Rembang masih bersifat biasa-biasa saja. Artinya, belum menunjukkan nilai lebih menyangkut kelengkapan fasilitas yang dimiliki ataupun penerapan program pendidikannya.

Seiring dengan kemajuan zaman, Yayasan Al-Furqon yang memiliki sekretariat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kota Rembang tergerak mendirikan sekolah favorit, khususnya untuk tingkatan anak-anak di bawah usia 4 tahun, TK, dan SD.

Secara umum, khususnya menyangkut program pendidikan, sekolah yang dikelola yayasan tersebut tergolong sudah maju karena ditangani oleh guru-guru sarjana. Namun bila berbicara soal fasilitas, tampaknya masih ketinggalan jauh dengan sekolah yang ada di kota-kota besar.

Dengan kenyataan seperti itu, julukan sebagai sekolah favorit atau unggulan belum sepenuhnya memenuhi syarat. Sebab, bagaimanapun canggih dalam menyusun program pendidikan, kalau tidak diimbangi dengan kelengkapan fasilitas hasilnya tidak akan maksimal.

Itulah sebabnya, Wakil Bupati Drs H Nasirul Mahasin MSi, Minggu (30/5/2004), mengajak para pejabat Dinas Pendidikan, pejabat Bagian Kesra, pengurus Gabungan Organisasi Pengelola Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI), pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan beberapa anggota DPRD untuk melakukan kunjungan ke Malang, Jatim. Tujuannya adalah melakukan studi banding ke TK Unggulan Al-Ya’lu Malang yang memiliki program pendidikan dan fasilitas cukup canggih.

Ketika sampai di tempat tujuan, rombongan dari Rembang yang berjumlah 101 orang itu banyak yang geleng-geleng kepala sebagai tanda kekaguman ketika melihat proses pendidikan dan fasilitas TK Al-Ya’lu.

Perlu diketahui, TK Unggulan Al-Ya’lu memiliki kurikulum pengembangan kemampuan dasar anak, misalnya menyangkut kemampuan berkomunikasi menggunakan tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab). Selain itu siswa diajari kemampuan untuk berkreasi dalam seni dan teater.

Tentang proses belajarnya, jelas Ketua Perkumpulan Manunggal Bangsa  yang dipercaya mengelola TK tersebut, menggunakan konsep enjoyfull learning dengan metode learning with play. Di sini siswa diberi pelajaran dengan berbagai media dan sarana bermain sehingga mereka merasakan kegembiraan dalam belajar.

Untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran, sekolah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif, seperti kelas nyaman dan menyenangkan untuk belajar, tempat bermain luas yang ditunjang sarana dan prasarana yang variatif, rekreatif, simulatif, dan edukatif, serta dilengkapi dengan standar pengamanan tinggi.

Selain itu dilengkapi pula dengan media belajar berbasis teknologi multimedia, laboratorium alam dengan variasi binatang jinak, perpustakaan, kolam renang mini, dan 25 toilet untuk wudu dan mandi.

Sumber: Harian Suara Merdeka 06/09/2004

1 9 10 11

Archives