Polisi Cilik (Pocil) SD Unggulan AL-YA’LU binaan Satlantas Polresta Malang Kota berhasil meraih Juara pada Grand Final Gebyar Pocil 2026 tingkat Polda Jawa Timur yang digelar di Graha Bhayangkara Universitas Bhayangkara Surabaya, Kamis (25/6) lalu.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bukti keberhasilan pembinaan karakter, disiplin, kepemimpinan, serta budaya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada generasi muda.
Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, keikutsertaan Pocil dalam ajang tingkat provinsi bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas.
“Momentum Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara 2026 ini, kami memanfaatkan tidak hanya untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menanamkan budaya Kamseltibcarlantas sejak usia dini melalui pembinaan Polisi Cilik,” ujarnya, Sabtu (27/6) hari ini.
Menurut Rio, keberhasilan Pocil Polresta Malang Kota melaju hingga grand final dan meraih lima besar terbaik, tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Program tersebut melibatkan sinergi antara Satlantas, sekolah, orang tua, serta para pelatih.
“Kami ingin membentuk anak-anak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus teladan kedisiplinan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” katanya.
Selama pelaksanaan grand final, tim Pocil didampingi Kanit Kamsel Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Juana Gita bersama jajaran pembina dan pelatih yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.
Iptu Juana Gita mengungkapkan, capaian Juara Harapan 2 merupakan hasil latihan intensif yang dijalani para peserta selama beberapa pekan terakhir. “Alhamdulillah kami mampu menampilkan performa terbaik pada Grand Final Gebyar Pocil Tahun 2026 dan berhasil meraih Juara Harapan 2 tingkat Polda Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama pembinaan Pocil bukan semata mengejar gelar juara, tetapi membangun karakter, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta menanamkan kesadaran menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
“Prestasi tentu membanggakan, tetapi yang paling penting adalah proses pembentukan karakter anak-anak. Pembinaan ini akan terus kami lanjutkan untuk mencetak generasi berikutnya,” tegasnya.
Sebelumnya, puluhan siswa SD Unggulan Al-Ya’lu yang menjadi anggota Pocil binaan Polresta Malang Kota telah menjalani pemusatan latihan secara intensif di halaman Kantor Kecamatan Blimbing sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat Jawa Timur.
Sumber : malangposcomedia.id

