Siswa SD Unggulan AlYa'lu Juara Spelling Bee se-Kota Malang

Siswa SD Unggulan AlYa’lu Juara Spelling Bee se-Kota Malang

Berprestasi merupakan tradisi yang terus dipupuk di SD Unggulan AL-YA’LU sebagai sekolah dasar kebanggaan  Kota Malang.  Setelah awal tahun ajaran kemaren berhasil  meraih  medali emas dan perunggu sekaligus di ajang Olimpiade Sains Kuark Tingkat Nasional,  kini SD Unggulan AL-YA’LU kembali menorehkan prestasi di bidang lain.
Sabtu (26/10) lalu, siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU  berhasil menyabet  juara 1, 2 dan harapan 2 dalam ajang kompetisi bahasa Inggris tingkat Kota Malang. Mereka adalah Tazkiyah Alfah (Tasya), Irdiya Pravieta Waridati (Tita), dan Mutiara Sani Inayah (Iin).

Kepala SD Unggulan AL-YA’LU, Dr Tutik Arindah, M.Si tidak bisa menutupi rasa syukurnya atas kemenangan  siswa-siswinya tersebut.  Ia mengatakan bahwa target kontingen AL-YA’LU  sebenarnya meraih juara 1,2, dan 3. Namun dalam kompetisi ini target tersebut sedikit meleset. Persiapan yang terlalu mepet menjadi salah satu kendala dalam memperoleh juara 1, 2 dan sekaligus. “Kami hanya mempunyai waktu dua hari untuk persiapan lomba ini. Bagi kami itu terlalu mepet,” ujar alumni ITS dan UNJ ini pada Malang Post.
Tutik menambahkan, dengan bekal kemampuan Bahasa Inggris, khususnya kosa kata yang dikuasai anak-anak dari pembelajaran sehari-hari, pihaknya hanya memberi sedikit pemanasan pada ketangkasan spelling siswa.
Kejuaraan kali ini memberi kesan tersendiri bagi siswa maupun guru pendamping. Kalau pada lomba-lomba sebelumnya mereka hanya berhadapan dengan siswa-siswi dari sekolah dasar sederajat, pada lomba Spelling Bee kali ini siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU menghadapi lawan siswa sekolah dasar sekaligus bimbingan kursus-kursus Bahasa Inggris ternama di Kota Malang.

Continue reading

Abstrak: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui  implementasi program Fullday school di TK Unggulan Al-Ya’lu kota  Malang berkaitan dengan upaya mendorong perkembangan sosial peserta didik; 2) faktor penghambat  yang  dihadapi  sekolah  dalam  upaya  mendorong perkembangan  sosial  peserta  didik; 3) faktor pendukung dalam upaya mendorong perkembangan sosial peserta didik di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang 4) solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan sekolah dalam upaya  mendorong perkembangan sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi  Program  Fullday  School  di  TK Unggulan  Al-Ya’lu kota Malang Jawa Timur dilaksanakan  pagi  sampai  sore,  sekolah  membuat  program  dalam  bentuk  pembiasaan  maupun melalui  pemutaran  film  Akhlak  Anak  Sholeh,  ‘family  day’  serta  menerapkan pembelajaran menggunakan  joyfull  learning;  2)  faktor  penghambat  masih  ditemui  baik  dari  orang  tua,  sarana, maupun  anak  didik;  3) dukungan  dana  orang  tua  cukup  memadai;  4)  solusi  untuk  menyelesaikan masalah telah dilakukan dan mampu menyelesaikan semua kendala.

Kata kunci: Implemantasi Fullday School, Perkembangan social

Penulis: Marfiah Astuti

Kode Jurnal: jppendidikandd130017

Download Naskah Lengkap

 

 

JAWARA. Dua siswa SD Al-Ya'lu, Adi Ismail Nagara dan Syahidah Charisa Nabila menerima hadiah sebagai juara olimpiade sains Kuark tingkat nasional

JAWARA. Dua siswa SD Al-Ya’lu, Adi Ismail Nagara dan Syahidah Charisa Nabila menerima hadiah sebagai juara olimpiade sains Kuark tingkat nasionalAkhir masa studi di SD tidak berarti menutup catatan prestasi bagi Adi Ismail Nagara dan Syahidah Charitsa Nabila, siswa SD Unggulan Al-Ya’lu yang mempersembahkan prestasi gemilang di Olimpiade Sains. Adi Ismail Nagara yang biasa dipanggil Ain berhasil meraih Medali Emas (Gold), dan Syahidah Charitsa Nabila yang akrab dipanggil Nabila mendapatkan Medali Perunggu (Bronze) pada Olympiade Sains Kuark (OSK) 2013 level III.

…..Babak demi babak telah  mereka lalui  mulai penyisihan hingga grand final. Keduanya telah menyisihkan 8000 peserta dari 34 propinsi. Pada puncak perhelatan yang mereka hadapi Sabtu (29/6) hingga Minggu (30/6) lalu, yaitu babak final, mereka berjuang diantara 100 finalis.     Pada ajang Olimpiade Sains ini tim expert juri  tidak tanggung-tanggung dalam menguji nyali anak-anak Sekolah Dasar.  Mereka diuji  dalam  tiga babak yaitu  tes tulis, essay dan eksperimen. Keseriusan mereka dalam menyelesaikan babak demi babak berbuah prestasi yang membanggakan.
…..“Alhamdulillah, prestasi anak-anak sungguh membanggakan. Ain berhasil meraih Gold.Rekor Ain meningkat, tahun lalu  ia meraih silver pada even lomba yang sama. Nabila menunjukkan prestasi yang tidak kalah gemilang. Dia mempersembahkan medali perunggu (Bronze). Kita selalu berharap dan terus memotivasi siswa-siswi untuk meraih gelar juara na­sional, sebagaimana yang baru saja mereka raih,” ujar Tutik Arindah, Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu.
…..Sederetan prestasi Ain di penghujung masa studinya di SD adalah peraih nilai absolut (10) pada bidang studi sains dan matematika pada Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US). Sebelumnya dia juga meraih nilai sempurna pada pada dua bidang studi tersebut di try out I tingkat kota dan peringkat pertama  tingkat sekolah pada try out  III  Kota Malang. Ain juga sebagai finalis olimpiade Matematika PASIAD tingkat Nasional tahun 2013 ini.
…..Tak kalah panjang prestasi yang diukir Nabila diantara teman sekelasnya. Jawara yang dinobatkan sebagai siswa teladan Jawa Timur 2012  ini, pada Ujian Nasional (UN) meraih nilai absolut pada bidang sains, dan pada Ujian Sekolah (US) meraih nilai absolut pada bidang matematika. Berbekal sederetan prestasi yang telah ia raih, membuatnya tetap tenang menghadapi finalis terbaik dari seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Dan hasilnya, walaui ini kali pertama ia mengikuti OSK, ia berhasil membawa pulang medali perunggu. “ Tentu saja saya belum puas dengan prstasi ini. Sayang, saya sudah tidak bisa mengikutinya lagi. Saya bertekad untuk meraih prestasi gemilanglainnya saat SMP nanti,” ujar dara multi talenta ini penuh semangat.
…..Tak cukup mengantarkan kedua siswa tersebut memecahkan rekor jawara nasional, SD Unggulan AL-Ya’lu juga mencetak para lulusannya tahun ini meraih nilai rata-rata tertinggi di Kota Malang,73 persen siswanya mencapai nilai absolut (10) pada bidang studi matematika di Ujian Nasional (UN). Sedang 50 persen siswa meraih nilai absolut (10) pada bidang studi sains. “ Target kami, untuk tahun depan, tidak hanya 73 dan 50 persen siswa yang mencapai nilai absolut, namun kami berusaha lebih kuat lagi agar anak-anak mencapai 100 persen nilai absolut,” tambah Tutik.

…..Hobinya adalah bereksperimen di bidang IPA. Tak hanya di sekolah, di rumah siswa kelas VI SD Unggulan Al-Ya’lu ini pun sering kali mengotak-atik segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Siapa sangka dari hobi unik inilah Adi Ismail Nagara berhasil meraih perak dalam Olimpiade Sains Kuarks (OSK) Nasional tahun 2012 yang belum lama ini diikutinya.
…..Ain berhasil menyisihkan peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam final yang digelar di Jakarta tersebut Adi berhasil melahap 40 soal pilihan ganda dengan mudah serta dua soal eksperimen. Dua soal eksperimen ini berkaitan dengan listrik dan gaya apung. Di bidang listrik ia harus mampu menyelesaikan soal rangkaian listrik secara seri dan pararel sedangkan di soal gaya apung ia ditantang melayangkan lilin di dalam air.
…..“Saya sangat senang bereksperimen karena itulah tidak terlalu kesulitan saat mengerjakan soal eksperimen. Namun terdapat sedikit kendala di eksperimen kedua karena memang sebelumnya saya belum pernah mempraktikannya,” ungkap kelahiran Sulawesi, 28 Mei 2000 ini. Meski menjadi yang kedua Adi mengaku cukup puas dengan prestasi ini karena benar-benar digelar secara fair.
…..Diakui Ain, kecintaannya terhadap IPA terutama bereksperimen sudah ia rasakan sejak kelas III. Baginya bereksperimen sangat menyenangkan karena bisa mengeksplorasi segala hal yang ada di sekeliling serta pengetahuannya sehingga bisa lebih dekat dengan alam. Sebagai ilmuwan cilik, eksperimen yang paling senang ia lakukan adalah mempelajari tanaman serta meneliti kandungan makanan. Namun pernah juga ia bereksperimen sendiri menciptakan miniatur kapal.
…..“Saya akan terus melakukan berbagai eksperimen agar bisa meraih juara absolute di Olimpiade Saink Kuark (OSK) tahun depan,” imbuh putra pasangan Ibrahim dan Aminah ini. Ternyata walau jago di bidang IPA, Adi juga memiliki prestasi lain diantaranya Juara I Lomba Festival Anak Saleh bidang Pidato Bahasa Indonesia dan Juara I pidato saat Hari Anak Nasional (HAN).  Bahkan, uniknya Adi mempunyai bakat di bidang tarik suara dan teaterikal.  Sejak usia TK, Adi  menjuarai  Lomba Menyanyi Tunggal dan menjuarai Lomba Baca Puisi di tingkat Kota Malang.  Ditanya lebih rinci tentang jenis lagu yang ia sukai, Adi dengan senyum menjawab ‘ “Lagu seriosa yang paling saya sukai.”
…..Sementara itu, Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu, Dr. Tutik Arindah, M.Si mengatakan selama ini semaksimal mungkin potensi siswa memang dikembangkan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. “Kita bisa lihat bersama  AL-Ya’LU tidak pernah absen menyumbangkan medali untuk Kota Malang, yang dipersembahkan oleh siswa yang silih berganti.  Siswa-siswi SD Unggulan  AL-YA’LU secara merata  memiliki prestasi yang mengagumkan, baik di bidang Akademik, Seni dan Olahraga,” ucapnya. (nia-KoranPendidikan)
Gadis yang akrab disapa Nabila ini mengawali debutnya menjadi juara dalam ajang siswa teladan tingkat Kota pada 27 Maret 2012 lalu. Karena prestasinya tersebut, Nabila berhak menjadi wakil Kota Malang berkompetisi dengan siswa teladan lainnya se-Jawa Timur pada 27-28 Juni 2012 lalu. Pada ajang yang lebih besar ini Nabila berhasil meraih juara kedua pada tingkat Provinsi Jawa Timur.

…..SD Unggulan Al Ya’lu kembali menorehkan prestasi membanggakan.  Setelah menduduki peringkat pertama rata-rata UN tertinggi di Kota Malang tahun ini  dengan nilai 28,23 SD Unggulan Al Ya’lu kembali mempersembahkan prestasi untuk Kota Malang. Kali ini prestasi ditorehkan salah seorang siswanya Syahidah Charisa Nabila.
        Beragam persiapan Nabila lakukan untuk mencetak prestasi gemilang. Nabila dikenal sebagai siswa yang bersemangat saat pembinaan. Nabila juga mandiri meningkatkan kompetensinya. Bahkan Nabila dikenal sangat tekun ketika belajar dan sering lupa waktu.
”Alhamdulillah, tanpa mengurangi rasa syukur kepada Allah, sebenarnya saya kurang puas meraih juara II. Saya akan berusaha meraih yang lebih tinggi lagi, ” ujar Nabila bersemangat.
Kompetisi siswa Teladan tingkat Jawa Timur di Royal Orchid Batu beberapa waktu lalu berlangsung sangat ketat. Bagaimana tidak, ajang yang diikuti oleh 38 siswa teladan dari seluruh kabupaten / kota se-Jawa Timur, semuanya ingin menjadi pemenang.  Bagi Nabila sendiri, ajang tersebut merupakan kesempatan untuk menampilkan kemampuannya. Ia memiliki kelebihan dalamberbagai bidang. Selain akademik yang tidak diragukan, ia mempunyai talenta dalam bidang menggambar, komputer, menulis cerita, menulis puisi, tae-kwon-do, menyanyi, dan memainkan alat musik. Sayang pada kesempatan itu Nabila tidak bisa menampilkan semua kemampuannya karena keterbatasan juri dan waktu.
            Pada gelaran yang berlangsung ketat itu, Nabila sangat optimis untuk meraih yang terbaik. “Banyak bidang yang diujikan, semua pelajaran diujikan, ada tes tulis untuk tujuh mata pelajaran, tes mengarang, juga tes keterampilan,“ ujar Nabila. Ia menambahkan, tantangan demi tantangan ia lalui dengan lancar, walau harus selalu berpacu dengan waktu.
         “Tantangan dalam ajang kemarin, saya mendapat nomor undian 1. Jadi saya harus bergerak cepat pada setiap sesi. Di saat peserta yang lain masih terlihat jalan santai, saya harus jalan setengah berlari. Saya selalu berbisik, saya harus berhasil,” tambahnya saat mengisahkan suka dukanya.
Putri kelahiran Malang, 9 Nopember 2000 ini dikenal sebagai siswa berprestasi, tak hanya bidang akademik tetapi juga non-akademik. Seabreg prestasi yang diukirnya menjadi salah satu keunikan anak keempat dari enam bersaudara ini.
        Predikat juara kelas selalu ia sabet sejak kelas 1. Di ajang lomba mapel Smart Accurate Contest (SAC) tingkat sekolah-pun, gelar Juara selalu ia sandang. Ia juga menjuarai berbagai lomba sains dan mapel baik di tingkat Kecamatan ataupun Kota. Sejak di Taman Kanak-Kanak, ia sering menjadi delegasi Kota Malang di tingkat provinsi.
         Tak hanya itu, sederet prestasi non-akademikpun dia peroleh. Di even tahunan lomba Bina Kreatifitas Siswa yang diselenggarakan oleh Diknas, Nabila sering menjadi duta sekolah untuk lomba menyanyi dan mencipta lagu. Di bidang fisik motorik, dia memilih Tae Kwon Do sebagai media pengembangan diri. Pada kompetisi taekwondo, ia juga berhasil menjadi juara 1 Try Out Tae Kwon Do se Kota Malang Kategori Pra Junior Putri Under 46 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya.
        Selain kemampuan dalam bidang akademik dan non-akademik, Nabila juga memiliki potensi dalam bidang teknologi. Ia menguasai program aplikasi Microsoft Word, Power Point, Excel, Corel Draw, Paint, Photoshop, Flash, dan internet. Bahkan Nabila juga sukses menulis cerita menggambar ilustrasi yang ia kombinasikan menggunakan software computer. Diakuinya bahwa semua program aplikasi komputer itu ia dapatkan di SD Unggulan Al Ya’lu sejak kelas satu.
      Ditanya soal cita-cita, sambil tersenyum Nabila menuturkan, “Saya ingin jadi kepala negara, agar menjadi orang yang berguna,” Sedangkan sosok yang sangat berperan dalam kejuaraan tersebut Nabila menjelaskan, “Semua kemampuan yang saya miliki ini tidak lepas dari kasih sayang dan dukungan kedua orang tua saya, serta bimbingan bapak-ibu guru Al-Ya’lu”.
      ”Potensi Nabila sangat luar biasa. Semakin banyak tantangan yang diberikan kepadanya, semakin melejit pula kemampuannya. Ketika belajar ia susah dihentikan, biasanya orang tua dan guru yang mengingatkan. Dia selalu haus akan prestasi”, ujar Dr. Tutik Arindah, M.Si Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu.

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.  Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
…..Wanita kelahiran Jawa Timur itu meraih gelar Sarjana serta Master dari Universitas Brawijaya Malang. Endang merampungkan S2 dengan predikat sebagai Lulusan Terbaik.
…..Ia mengaku sangat mencintai dunia anak sejak masa kuliah, dan karenanya pula ia tampak sungguh-sungguh menjalani profesi yang kini diembannya yaitu sebagai Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Malang.
…..TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.
…..Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.
…..Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang.
…..Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.
…..Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. (JawaPos/19/8/2008).

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.  Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
…..Wanita kelahiran Jawa Timur itu meraih gelar Sarjana serta Master dari Universitas Brawijaya Malang. Endang merampungkan S2 dengan predikat sebagai Lulusan Terbaik.
…..Ia mengaku sangat mencintai dunia anak sejak masa kuliah, dan karenanya pula ia tampak sungguh-sungguh menjalani profesi yang kini diembannya yaitu sebagai Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Malang.
…..TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.
…..Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.
…..Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang.
…..Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.
…..Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. (JawaPos/19/8/2008).
Ibu Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan Al-Yalu sebagai Kepala TK Teladan 1 Nasional menerima Satya Lencana Pendidikan dari Bapak Presiden RI

Ibu Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan Al-Yalu sebagai Kepala TK Teladan 1 Nasional menerima Satya Lencana Pendidikan dari Bapak Presiden RI

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.  Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
…..Wanita kelahiran Jawa Timur itu meraih gelar Sarjana serta Master dari Universitas Brawijaya Malang. Endang merampungkan S2 dengan predikat sebagai Lulusan Terbaik.
…..Ia mengaku sangat mencintai dunia anak sejak masa kuliah, dan karenanya pula ia tampak sungguh-sungguh menjalani profesi yang kini diembannya yaitu sebagai Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Malang.
…..TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.
…..Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.
…..Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang.
…..Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.
…..Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang.

SEKARANG banyak yayasan yang mendirikan sekolah baik itu TK, SD, SMP, maupun SMA. Mereka berlomba-lomba ingin menjadikan sekolahnya dikenal oleh masyarakat luas.

Akan tetapi, sebagian besar sekolah di Rembang masih bersifat biasa-biasa saja. Artinya, belum menunjukkan nilai lebih menyangkut kelengkapan fasilitas yang dimiliki ataupun penerapan program pendidikannya.

Seiring dengan kemajuan zaman, Yayasan Al-Furqon yang memiliki sekretariat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kota Rembang tergerak mendirikan sekolah favorit, khususnya untuk tingkatan anak-anak di bawah usia 4 tahun, TK, dan SD.

Secara umum, khususnya menyangkut program pendidikan, sekolah yang dikelola yayasan tersebut tergolong sudah maju karena ditangani oleh guru-guru sarjana. Namun bila berbicara soal fasilitas, tampaknya masih ketinggalan jauh dengan sekolah yang ada di kota-kota besar.

Dengan kenyataan seperti itu, julukan sebagai sekolah favorit atau unggulan belum sepenuhnya memenuhi syarat. Sebab, bagaimanapun canggih dalam menyusun program pendidikan, kalau tidak diimbangi dengan kelengkapan fasilitas hasilnya tidak akan maksimal.

Itulah sebabnya, Wakil Bupati Drs H Nasirul Mahasin MSi, Minggu (30/5/2004), mengajak para pejabat Dinas Pendidikan, pejabat Bagian Kesra, pengurus Gabungan Organisasi Pengelola Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI), pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan beberapa anggota DPRD untuk melakukan kunjungan ke Malang, Jatim. Tujuannya adalah melakukan studi banding ke TK Unggulan Al-Ya’lu Malang yang memiliki program pendidikan dan fasilitas cukup canggih.

Ketika sampai di tempat tujuan, rombongan dari Rembang yang berjumlah 101 orang itu banyak yang geleng-geleng kepala sebagai tanda kekaguman ketika melihat proses pendidikan dan fasilitas TK Al-Ya’lu.

Perlu diketahui, TK Unggulan Al-Ya’lu memiliki kurikulum pengembangan kemampuan dasar anak, misalnya menyangkut kemampuan berkomunikasi menggunakan tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab). Selain itu siswa diajari kemampuan untuk berkreasi dalam seni dan teater.

Tentang proses belajarnya, jelas Ketua Perkumpulan Manunggal Bangsa  yang dipercaya mengelola TK tersebut, menggunakan konsep enjoyfull learning dengan metode learning with play. Di sini siswa diberi pelajaran dengan berbagai media dan sarana bermain sehingga mereka merasakan kegembiraan dalam belajar.

Untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran, sekolah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif, seperti kelas nyaman dan menyenangkan untuk belajar, tempat bermain luas yang ditunjang sarana dan prasarana yang variatif, rekreatif, simulatif, dan edukatif, serta dilengkapi dengan standar pengamanan tinggi.

Selain itu dilengkapi pula dengan media belajar berbasis teknologi multimedia, laboratorium alam dengan variasi binatang jinak, perpustakaan, kolam renang mini, dan 25 toilet untuk wudu dan mandi.

Sumber: Harian Suara Merdeka 06/09/2004

Archives